Pendudukan Jepang di Indonesia

Posted by Antonius Suranto On Thursday, 16 May 2013 0 comments


  1. Perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya) terjadi pada tanggal 8 Desember 1941.
  2. Penyebab Perang Pasifik adalah Jepang menyerang pangkalan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour (Kepulauan Hawaii), Belanda merupakan sekutu dari Amerika Serikat. Pernyataan tersebut yang dijadikan alasan Jepang menyerang Indonesia.
  3. Akibatnya, pecahlah Perang Asia Timur Raya dan Jepang menyerbu dan menduduki Filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia.
  4. Pada tanggal 11 Januari 1942, pasukan Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur.
  5. Pada tanggal 23 Januari 1942, Jepang menduduki Balikpapan, juga Kalimantan Timur.
  6. Pada tanggal 14 Februari 1942, Palembang jatuh ketangan Jepang.
  7.  Pada tanggal 16 februari 1942, Plaju dikuasai Jepang.
  8. Pada tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu Merak dan Teluk Banten, Eretan Wetan (Cirebon), dan timur Pasuruhan (Jawa Timur).
  9. Penyerangan Jepang di Pulau Jawa dipimpin oleh Letnan Jenderal Hitoshi Imamura.
  10. Pada tanggal 5 Maret 1942, Batavia diduduki Jepang dan pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang.
  11. Upacara penyerahan itu berlangsung di Kalijati (dekat Subang), dengan ini penjajahan Belanda di Indonesia berakhir.
  12. Kedatangan tentara Jepang disambut dengan tangan terbuka oleh bangsa Indonesia.
  13. Jepang mempunyai tujuan tersembunyi, yakni menguasai Indonesia.
  14. Alas an Jepang ingin menguasai Indonesia:
    •  Indonesia kaya akan bahan mentah seperti minyak bumi, batu bara, dan lainnya.
    • Indonesia kaya akan hasil pertanian dan oerkebunan, seperti karet, beras, kapas, jagung, dan rempah-rempah.
    • Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah yang banyak.
  15. Tiga cara tentara Jepang memikat hati dan simpati rakyat Indonesia, yaitu:
    • Tentara Jepang mengizinkan Bendera Merah Putih berkibar di Indonesia.
    • Tentara Jepang mengizinkan rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya.
    • Tentara Jepang mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sehari-hari, mengantian bahasa Belanda.
  16.  Bangsa Indonesia berharap, dengan kedatangan Jepang, dapat terlepas dari penderitaan saat dijajah Belanda, tetapi tentara Jepang lebih kejam dan bengis.
  17.  Rakyat Indonesia dipaksa mengerjakan pekerjaan berat, seperti membuat jalan raya, jembatan, benteng pertahanan, lapangan udara, dll. Kerja paksa zaman Jepang disebut romusha.
  18.  Akibat romusha, nasib bangsa Indonesia semakin menderita, tenaga romusha tidak hanya dipekerjakan di dalam negeri tetapi di kirim ke luar negeri (Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaya).
  19. Organisasi-organisasi Bentukan Jepang,yaitu: Gerakan Tiga A, Organisasi Islam, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), Heiho (Pembantu Prajurit), PETA (Pembela Tanah Air).
  20.  Gerakan Tiga A didirikan pada tanggal 29 April 1942, sebagai propaganda Jepang (Sendenbu).
  21. Gerakan Tiga A, merupakan organisasi pertama bentukan Jepang yang memiliki semboyan:
    • Jepang Pemimpin Asia
    • Jepang Pelindung Asia
    • Jepang Cahaya Asia
  22. Pelopor Gerakan Tiga A ialah Shimizu Hitoshi, dengan ketuanya adalah Mr. Syamsuddin.
  23. Organisasi Islam terdiri dari Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) oleh K.H. Mas Mansur (1937) dan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) oleh K.H. Hasyim Asy’ari (22 November 1943).
  24.  Pusat Tenaga Rakyat (Putera) terbentuk pada tanggal 9 Maret 1943, yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansur.
  25.  Heiho (Pembantu Prajurit): Rikugun Heiho (Angkatan Darat) dan Kaigun Heiho (Angkatan Laut).
  26.  Bagi pejuang bangsa Indonesia, hasil latihan militer tersebut sangat berguna.
  27. Dari latihan ini, pemuda-pemuda Indonesia memperoleh pengetahuan tentang baris-berbaris, menggunakan senjata, dan siasat perang.
  28. Pada tanggal 7 September 1943, Gatot Mangupraja, seorang tokoh pergerakan nasional, mengajukan usul kepada pemerintah Jepang agar dibentuk sebuah tentara sukarela pembela tanah air yang seluruhnya anggotanya terdiri dari orang-orang Indonesia.
  29. Pada tanggal 3 Oktober 1943, tentara Jepang mengumumkan pembentukan tentara Pembela Tanah Air (PETA).
  30. Di dalam PETA, ada lima jenis jabatan, yaitu Daidanco (Komandan Batalion), Cudanco (Komandan Kompi), Shodanco (Komandan Peleton), Budanco (Komandan Regu), dan Giyuhei (Komandan Sukarela).
  31. Tujuan pembentukan tentara Pembela Tanah Air ialah untuk mempertahankan tanah air Indonesia bila diserang Sekutu.
    • Perlawanan rakyat terhadap Jepang
    • Perlawanan rakyat Aceh (1942), di Cot Pileng yang dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil, dan tahun 1944 di Mereudu.
    • Perlawanan rakyat Biak, Irian Jaya, tahun 1943.
    • Perlawanan rakyat Pontianak, Kalimantan Barat, tahun 1944.
    • Perlawanan rakyat Singaparna (Tasikmalaya), Jawa Barat, tahun 1944 dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa.
    • Pemberontakan PETA di Blitar, pata tanggal 14 Februari 1943, yang dipimpin oleg Shadanco Supriyadi.


Sumber: IPS klas V Penerbit Erlangga


0 comments to Pendudukan Jepang di Indonesia

Post a Comment