Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Posted by Antonius Suranto On Kamis, 16 Mei 2013 0 komentar

Pada pemerintahan Jepang (1942-1945), Indonesia dibagi menjadi dua wilayah kekuasaan, yaitu:
Wilayah Komando Angkatan Laut yang berpusat di Makassar, meliput Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya.
Wilayah Komando Angkatan Darat yang berpusat di Jakrta, meliputi Jawa, Madura, Sumatera, dan Malaya.
Pusat Komando Kawasan Asia Tenggara terdapat di Dalat (Vietnam).
Pada tanggal 20 Oktober 1944, Jenderal Douglas Mac Arthur, Panglima Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, menyerbu Ke
pulauan Leyte (Filipina).
Pada tanggal 25 Oktober 1944, Jenderal Douglas Mac Arthur mendarat di Pulau Leyte.
Februari 1945, pasukan Sekutu berhasil merebut Pulau Iwo Jima di Jepang.
Jepang mengizinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping Bendera Jepang.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang, Kimi Ga Yo.
Tanggal 1 Maret 1945, pemerintah Jepang mengumumkan tiga tindakan sebagai berikut:
Membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)/ Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Jepang).
Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional (Kenkoku Gakuin) yang melatih dan mendidik calon pemimpin Negara yang baru.
Meperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia.
Tujuan BPUPKI ialah mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan Negara Indonesia.
Tugas pokok BPUPKI ialah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang.
Ketua BPUPKI adalah Dr. Rajiman Widyodiningrat, dan Raden Panji Suroso sebagai wakilnya.
BPUPKI beranggotakan 63 dan termasuk 4 orang golongan Cina, Arab, dan peranakan Belanda.
Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pembukaan BPUPKI di Jalan Pejambon, Jakarta.
Jepang diwakili jenderal Izagaki (Panglima Tentara Wilayah Ketujuh yang bermarkas di Singapura) dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Keenambelas yang menguasai Jawa dan Madura).
Rapat BPUPKI diselenggarakan dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945.
Ir. Soekarno, pada tanggal 1 Juni 1945 berpidato bahwa dasar Negara Indonesia merdeka adalah Pancasila, yaitu:
Kebangsaan Indonesia
Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan Yang Maha Esa
Muhammad Yamin, juga mengusulkan lima asas dan dasar Negara Indonesia, yaitu:
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
Anggota Panitia Sembilan, yaitu:
Ir. Soekarno (ketua)
Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua)
Mr. Ahmad Subardjo
Abdul Kahar Muzakir
Abikusno Cokrosuyoso
K.H. Wahid Hasyim
Muhammad Yamin
Mr. A.A. Maramis
Haji Agus Salim
BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945.
Piagam Jakarta (Jakarta Charter) lahir pada tanggal 22 Juni 1945.
Piagam Jakarta merupakan cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang dalam bahasa Jepang disebut Dukuritsu Junbi Inkai.
Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno, sedangkan wakil ketua adalah Drs. Mohammad Hatta.
PPKI beranggotakan 21 orang.
Tugas PPKI, yaitu:
Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar yang telah disiapkan BPUPKI.
Memusyawarahkan serta memutuskan cara pelaksaan pernyataan kemerdekaan Indonesia pada saatnya nanti.
Tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hirosima di Jepang di jatuhi bom atom oleh Amerika.
Tanggal 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan kembali oleh Amerika di Kota Nagasaki.
Tanggal 9 Agustus 1945, Bung Karno, Bung Hatta, dan Dr. Rajiman Widyodiningrat berangkat ke Kota Dalat di Vietnam, dalam rangka persiapan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal 14 Agustus 1945, ketiga tokoh tersebut kembali ke Indonesia.
Tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita bahwa Jepang mengalami kekalahan.
Pada malam harinya Sutan Syahrir mendesak Bung Karno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi di tolak oleh Bung Karno.
Tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda mengadakan rapat dengan pokok pembicaraan sekitar usaha-usaha untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Usulan tersebut juga segera di sampaikan kepada Bung Karno, tetap masih menolaknya.
Pada tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok dengan maksud agar kedua tokoh segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,



Sumber: IPS klas V Penerbit Erlangga

0 komentar to Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Poskan Komentar